Rilisan Terbaru • 2026

Aroma Senja Terakhir

"Sebuah pelukan hangat bagi hal-hal yang terpaksa usai tanpa sempat mengucapkan salam pamit."

Di antara riak Sungai Progo dan aroma tanah basah seusai kemarau panjang, kisah tentang dua jiwa yang terperangkap dalam jeda waktu menemukan kembali arti berdamai dengan luka masa lalu.

Novel Sastra 320 Halaman Format: Bab Digital & Cetak Tersedia Bab Bebas Baca
Cover Aroma Senja Terakhir karya Regina Maharani Rahman
Karya Sastra

Katalog Novel & Novela

Lihat Semua Buku →
Aroma Senja Terakhir
Novel Sastra / Drama Kehidupan

Aroma Senja Terakhir

Di sebuah rumah panggung tua di tepi Sungai Progo, aroma kayu jati basah selalu membawa kembali kenangan yang enggan menua. Aroma Senja Terakhir adalah novel yang menelusuri batas antara kerinduan, penyesalan, dan keikhlasan manusia dalam menerima takdir yang tak selalu sesuai dengan harapan masa muda.

Ruang Kedap Kenangan
Novela Psikologis / Sastra Kontemplatif

Ruang Kedap Kenangan

Ruang Kedap Kenangan adalah novela psikologis sastra yang menelusuri bagaimana manusia modern mengisolasi diri dari ingatan yang menyakitkan. Di tengah hiruk-pikuk metropolis, tokoh utama menciptakan ruangan khusus di mana waktu berhenti berdetak dan seluruh benda dipertahankan persis seperti hari terakhir sebelum perpisahan itu terjadi.

Jejak di Atas Gerimis
Realisme Magis / Fiksi Sejarah

Jejak di Atas Gerimis

Jejak di Atas Gerimis mengisahkan Danu, seorang juru arsip muda yang menemukan sekotak korespondensi rahasia antara seorang pejuang republik dengan perempuan keturunan Tionghoa-Belanda di Yogyakarta tahun 1947. Melalui jejak-jejak surat tersebut, batas masa lalu dan masa kini berbaur di bawah gerimis kota lama.

Prosa Pendek

Cerpen Sastra Terbaru

Lihat Semua Cerpen →
Cerpen Sastra 18 September 2026 Waktu Baca: ~7 Menit

Dialog Hujan Tengah Malam

"Dua cangkir kopi telah dingin di meja kayu tua itu, namun rahasia di balik jendela basah masih mengepulkan hangat yang begitu getir."

Ditulis di Yogyakarta Mulai Membaca Cerpen →
Cerpen Sastra 10 August 2026 Waktu Baca: ~9 Menit

Perempuan Penebar Bunga Kertas

"Setiap sore menjelang magrib di peron stasiun tua kotagede, seorang perempuan duduk melipat kertas origami menjadi bebungaan merah muda."

Ditulis di Kotagede, Yogyakarta Mulai Membaca Cerpen →
Refleksi & Esai

Artikel & Catatan Penulis

Lihat Semua Artikel →